Duka-Duka Tinggal di Apartement Saat Traveling dan Solusinya

Duka-Duka Tinggal di Apartement Saat Traveling dan Solusinya

Sebagian traveler ada yang lbih memilih tinggal di apartement dari pada homestay atau hotel selama traveling. Apalagi jika kondisinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar atau membawa serta keluarga. Apartement yang kamarnya didesain hommy dan terdapat tambahan fasilitas kitchen set memang lebih nyaman untuk durasi lama.

Namun ternyata tinggal di apartement tidak selalu terasa keren, sementereng gedungnya yang menjulang puluhan tingkat. Malah jika Sobat salah pilih apartement atau Host, bisa jadi malapetaka. Dibalik semua kelebihan apartement, ada banyak duka yang mau tak mau harus ditanggung kalau sudah terlanjur menyewa.

Nah, sebelum Sobat memutuskan untuk menyewa apartement selama traveling, ada baiknya Sobat simak dulu duka-duka tinggal di apartement dan bagaimana solusinya, berikut ini:

  1. Security Jutek, Hindari Komunikasi Dengan Security

Entah apa yang membuat security di apartement itu tampak jutek, pelit info, dan terasa kurang menghormati penghuni apartement. Tidak semua, memang. Pasti ada juga yang baik. Tapi sebagian besar memang jutek. Bahkan salah satu Host juga pernah melarang saya untuk berhubungan dengan security, sampai si Host itu sendiri yang memberi petunjuk sedetail mungkin.

Solusi terbaiknya tentu hindari berkomunikasi dengan security. Kecuali sangat urgent dan tak ada pihak lain yang bisa membantu, apa daya. Anggap saja nasib kalau sampai mendapati kejutekan security. Keep enjoy! 🙂

  1. Penyewa Tidak Bisa Free Parking, Komunikasikan Dengan Host

Ini terkesan sepele, tapi kadang bisa jadi masalah besar kalau Sobat menyepelekan. Ada beberapa apartement yang memberlakukan parkir gratis hanya untuk kendaraan pemilik apartement yang sudah terdaftar. Artinya, penyewa harus tetap bayar parkir.

Kalau motor mungkin masih terjangkau, tapi untuk mobil pasti jauh lebih mahal. Sekalipun Sobat tak masalah dengan biaya itu, saya yakin tetap menggerutu jika dibandingkan dengan hotel yang bisa free parking selama meginap di sana.

Solusinya, komunikasikan dengan Host. Pastikan parkir free atau berbayar dan berapa biaya per hari jika berbayar. Kalau Host tidak tahu? Paksa agar Host mencari tahu. Dari pada menyesal dan ribet sendiri sampai harus mencari parkir di luar setelah serah terima kunci, lebih baik antisipasi di awal. Lebih nyesek lagi kalau ternyata parkir bisa gratis dengan ketentuan yang kita tidak tahu karena Host tidak memberi tahu.

  1. Jauh dari Warung, Pastikan Semua Kebutuhan Pribadi Sudah Terbeli

Kebanyakan apartement berada di dekat mall, supermarket, atau pusat perbelanjaan lainnya. Lokasi ini jarang ada warung. Jangankan warung sayur, Toserba pun hampir tidak ada lantaran semua sudah tercover oleh supermarket. Kalau pun ada biasanya di luar area apartement yang jarak dari kamar-parkiran-gerbang keluar-warung sudah cukup buat merebus air sampai mendidih.

Karenanya, pastikan berbelanja sekali waktu untuk semua kebutuhan selama menginap di apartement. Toh makanan dan sayuran bisa masuk minibar atau kulkas yang sudah menjadi fasilitas kamar. Jangan sampai saat masak tiba-tiba tidak menemukan garam dapur dan terpaksa mencari warung yang jauh lantaran supermarket belum buka. 🙂

Itu dia duka-duka tinggal di apartement plus solusi untuk mengatasinya. Meski ini duka, semoga tidak membuat Sobat keki duluan sebelum mencoba menginap di apartement. Kalau nanti ternyata Sobat mendapat pengalaman yang menggembirakan, silahkan share di comment ya. 🙂

Damae

You May Like Also

2 Comments

  1. Menarik! Keep posting the insightfull info ya mba Damae 🙂

    1. Makasih, bu Ros.. Siap. Selalu terinspirasi juga dari tulisan2 bu Ros

Leave a Reply