Dari Shinta-Jojo Hingga Eka Gustiwana, Youtubers Fenomenal Ini Pernah Ngehits di Indonesia

Dari Shinta-Jojo Hingga Eka Gustiwana, Youtubers Fenomenal Ini Pernah Ngehits di Indonesia

Youtube menjadi salah satu media yang mampu memikat jutaan konsumen media di dunia saat ini. Karena kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan, membuat Youtube menjadi sangat berkembang. Hampir semua bidang kehidupan memanfaatkan media ini untuk menunjukkan diri bahkan mendulang nilai tambah serta penghasilan sendiri. Bermain dengan Youtube rupanya telah menjadi tren dan fenomena di masyarakat.

Peluang rezeki rupanya datang dari mana saja, dan para Youtubers memanfaatkan moment bermedia menjadi sumber penghasilannya. Popularitas saat ini dapat bermula dari sebuah video yang diunggah, dengan konten yang menarik, anti mainstream, unik, serta disertai strategi yang cerdik. Di tanah air sendiri, tak sedikit orang yang kehidupannya menjadi berubah hanya dengan video yang diunggahnya ditonton jutaan viewers Youtube kemudian secara cepat popularitas ia dapatkan. Berikut adalah contoh orang-orang yang memanfaatkan fenomena Youtube di Indonesia :

Shinta dan Jojo

Sumber foto: Kapanlagi.com

Sebut saja Shinta dan Jojo, dua orang mahasiswi Bandung yang berhasil mengambil hati masyarakat berkat video lip-sinc nya menyanyikan lagu dangdut Keong Racun yang diunggah ke Youtube pada 2010 silam. Videonya telah ditonton jutaan kali dan berkat ketenarannya melalui Youtube, berbagai tawaran iklan, wawancara, talk show, bahkan rekaman pun mulai berdatangan. Meski sekarang sudah sangat jarang mucul, fenomena kepopuleran mereka yang tiba-tiba dan bahkan menjadi selebriti dadakan tidak lekas membuat kita lupa siapa mereka.

Briptu Norman Kamaru

Video lip-sinc dari seoarang Briptu Norman Kamaru sukses menjadi buah bibir di masyarakat. Videonya berisi lip-sinc disertai meniru gerakan lagu India Chaiya Chaiya selama sekitar 6 menit. Seiring dengan popularitasnya saat itu, ia memilih meninggalkan dunia kepolisiannya dan beralih ke dunia entertainment meski nyatanya dunia entertainment yang ia pilih tidak berpihak lama dengannya.

Karin Novilda/Awkarin

sumbe foto : wanitaindonesia.co.id

Menjadi populer dengan citra anak zaman sekarang yang nakal dan glamor serta penuh dengan hedonisme, Karin Novilda atau Awkarin ini berhasil menyedot perhatian masyarakat. Karin terkenal karena postingan foto maupun videonya yang dianggap ‘berani’, seperti memposting foto pacarannya yang vulgar dan tak sedikit pula ia memposting foto dengan memarkena tubuhnya. Channel Youtubenya dengan nama Karin Novilda juga mengunggah video-video yang kontroversial karena menunjukkan kehedonismean dan pergaulan bebas remaja Ibukota. Saat ini Awkarin masih tetap eksis dengan menjadi Vlogger dan merambah jadi penyanyi dengan mengeluarkan lagu featuringnya bersama Young Lex. Meski banyak haters yang menghujat postingannya, ia terbukti tetap eksis di dunia Youtube sampai saat ini

Raditya Dika

Sumber foto: ProfilPedia.com

Komedian yang bermula dari hobinya menuliskan catatan harian di Blog pribadi dan sempat memenangkan beberapa kontes ngeblog. Kemudian banyak tulisannya yang telah dibukukan bahkan difilmkan seperti Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu, Single sampai yang terbaru ini The Guys. Youtube berhasil mngantarkan Radit ke puncak popularitasnya dengan memasarkan cerita-cerita konyol yang ia alami dengan cara dan gaya khas yang anti mainstream. Ia juga turut berperan aktif menjadi aktor maupun menjadi sutradara di film nya. Tak hanya mengunggah video-video tentang karya film, buku, maupun stand up comedy, ia juga mem-Vlog kesehariannya.

Bayu Skak

Bayu Skak menjadi fenomena YouTube Indonesia berkat video-video lucu karyanya.

Sama seperti Raditya Dika, komedian asli Jawa Timur ini bermula dari hobinya membuat video yang kemudian diunggah di Youtube pada 2009 silam bersama teman-temannya dan membentuk grup komedi bernama SKAK (Sekumpulan Arek Kesel). Kanal Youtubenya berisi video komedi monolog yang membahas kehidupan remaja, komentator game, tips konyol, dan tema unik lainnya dengan logat khas Jawa Timur. Belakangan ini ia juga membuat channel Bayu Skak Daily Life yang khusus menceritakan kesehariannya.

Candra Liow

Pria ini sangat kocak, heboh, out of the box yang tenar melaui Youtube. Melalui channel bernama Time2one ia sukses menjadi Vloggers atau Youtubers. Pernah tau komunitas Indovidgram? Iya, komunitas yang dalam kegiatannya membuat kompilasi video yang ada di Instagram. Chandra Liow merupakan salah satu yang mempelopori berdirinya komunitas Indovigram tersebut. Ia juga sempat membintangi peran di film Raditya Dika berjudul SINGLE sebagai Bang-Jo.

Ria Ricis

Selegram yang satu ini juga patut diperhitungkan eksistensinya di dunia Youtubers dan Instagram. Perempuan dengan nama asli Ria Yunita ini merupakan adik kandung dari aktris cantik Oki Setiana Dewi. Ricis tenar lewat akun instagramnya karena sering memposting foto-foto gokil dengan caption menarik. Ia juga membuat video-video komedi yang diunggahnya pula di channel Youtubenya, Ricis Official. Video-videonya bertemakan remaja, ada kisah cinta, keluarga, agama sampai Vlog konyol yang sangat mengihibur. Bahkan salah satu video nya yang bertemakan “Om Telolet Om” sempat menembus angka 1 juta.

Eka Gustiwana

Eka menjadi seorang penulis lagu, produser rekaman dan komposer ucapan (Speech Composer) pertama di Indonesia, yaitu rekaman perkataan atau ucapan seseorang diubah menjadi suatu komposisi musik. Salah satu karya fenomenalnya di Youtube yaitu rekaman berita dari Arya Wiguna dengan kalimat Demi Tuhan-nya, diubah dengan mengaransemen musik yang kemudian dipadukan dengan suara Arya Wiguna dan dibuat lagu. Ada pula speech composing nya penyiar berita tanah Air, Jeremy Tety yang sukses dibikin sebuah kompilasi lagu yang sangat unik. Channel Youtubenya saat ini diisi oleh kategori-kategori seperti : Music Everywhere, Speech Composing, Mashup, Short Movie, dll.

Youtube tak hanya menyuguhkan sebuah tayangan yang menghibur, tetapi juga menghubungkan orang-orang kreatif di bidangnya untuk menunjukkan karya dan eksistensinya. Fenomena Youtube boleh saja diambil manfaat sebanyak-banyaknya, namun juga perlu diimbangi dengan startegi dan konsistensi dalam mempertahankan karya tersebut. Bukan berarti kepopuleran saat ini akan bertahan selamanya, karena seiring perkembangan zaman, arus media akan semakin deras dan kita dituntut untuk selalu mengikutinya. []

 

Author Gravater

Khusana Anik

Mahasiswa biasa, santri, anak desa, agroindustrialist soon, punya hobi jalan-jalan, kuliner, bermedia dan pemerhati budaya pop Jepang dan Korea. Saat ini tinggal di Yogyakarta dan kuliah di UGM. Bermotto "Aku ya aku, kamu ya kamu" dan berinstagram di @khusanaanik

Leave a Reply